Beranda

Tampilkan postingan dengan label PENYAIR TERAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENYAIR TERAS. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Januari 2012

(Syairku Berbicara) Kerbau


Kerbau


 Oleh : Suparno

lama aku berendam dalam kubangan
lama aku memakan rumput hitam
lama aku bermain dengan kemalasan
lama aku berteman dengan kebodohan

aku terdiam dalam lecutan paksa
aku terdiam dalam tunduk kesakitan
aku terdiam dalam ketidak mampuan
aku hanya diam dan menuruti kesalahan

itulah aku
si kerbau hitam yang bodoh dan bau

Jakarta, 28/01/2012
SUPARNO

(Syairku Berbicara) Getir Hati


Getir Hati

Wahyu wibowo


singkat cerita di balik  rintik hujan/

singkap nyata di balik cawan menyan

episentrum/

sentrum diri di

cangkang/

sentrum naluri bergeming/

sentrum  waktu pada palung getir, siring

berderet-seret di ujung berpaling/

dalam raut taut

sungging

Kelingin, 27 Januaei 2011: 20;00

(Syairku Berbicara) Aku


  • Aku
  • Galuh Candra P

    Aku adalah sebuah rinduan kasih

    Yang menjelma dalam balutan rintih

    luapan tawa takkan mampu melebur dalam sedih

    Aku adalah buaian rasa

    Yang terjerembab dalam kiasan duka

    Mencoba melawan ombak nestapa

    Mencoba menyentuh butiran asa

    Aku masih hidup dalam segan

    Aku masih terantuk dalam bayangan

    Aku masih terbang dalam ruang-ruang kehampaan

    Inilah aku

    Inilah diriku

    Yang nuraniku tak pernah sanggup menafsirkan sebuah makna dalam kalbu

(Syairku Berbicara) Angin


-Angin-
Zulfa Habsari Yusma

Di tengah keheningan malam
Angin kencang datang menerjang
Memporak-porandakan
Meluluh-lantakkan
Rumah-rumah hancur berantakan
Pohon-pohon tumbang
Tak sedikit nyawa melayang

Mungkin ini teguran Tuhan
untuk kita yang sering mengingkari
Mungkin ini panggilan Tuhan
untuk kembali ke jalan Illahi
Tuhan ingin kita bersihkan jiwa yang pekat lagi berkarat
Tuhan ingin kita memerhatikan semua firman-Nya
Seperti Dia yang tak pernah melalaikan hamba-Nya

(Syairku Berbicara) Kuakhiri Cerita Ini Bersama Awan Tapi Senja Enggan Menjelma


Kuakhiri Cerita Ini Bersama Awan Tapi Senja Enggan Menjelma
Oleh : Fiyan Arjun 

1/. Ingin kuakhiri cerita ini bersama awan tapi senja enggan menjelma di depanku. Kutanya kepada mentari ia pun masih tergugu. Ia hanya membisu. Kubuka seluruh jubahku yang mengotori tubuh ini namun ia enggan untuk menjauh. Dan ia hanya bisa tersenyum beku. Hingga aku pun menelusuri segala rasa, kasta dan masa bersama mimpi silam itu. Apakah awan masih berpadu? Tapi senja di sini masih berlaku.



2/. Ingin kuakhiri kisah ini bersama mimpi tapi sia-sialah jawabnya. Karena aku tahu senja tak akan menjelma. Di saat-saat aku merasa bahwa aku ingin sekali menyapa. Menceritakan rasa kisah gulana yang meraja. Walau aku tahu nanti ada rasa yang terluka di sana. Tapi sampai kapan kisah ini ini cepat menjelma? Agar aku bisa melepaskan semua beban di raga.



3./. Ingin kuberbagi rasa ini tapi semua itu tak mau menepi. Hingga membuat cinta, rasa dan kasta di raga menjadi sunyi. Walau aku sudah meminta kepada mentari berkali-kali. Agar ia bisa menyemikan sinarnya di dalam diri ini. Tapi senja tak mau pergi. Dan aku tertatih kembali. Karena aku tahu semua cerita ini tak bisa kembali pergi. Di saat cerita masih menyisahkan cerita di hati. Entah sampai cinta, rasa dan kasta ini berhenti. Tapi saat kulihat ia masih menari-nari bersama mentari. Lagilagi aku tak bisa pergi dari sini.  

Kamar Inspirasi,26012011
Teruntuk Awan, Senja dan Mentari

(Syairku Berbicara) Harusku Mengada Di ada-Mu



Haruskah Mengada Di ada-Mu

Muhammad Khalabi




Senja ini moga tak lancang ku kisahkan,


 





 







 
 







Peluh ditubuh zaman semakin deras membasahi kotornya daki-daki pengkhianatan,


kaki-kaki dan tangan-tangan membisu dikisah-kisah megah untuk hijrah,

Akankah ku tunggumu dalam lakon kenyataan-Nya?

tidak, sekali lagi tidakkah kau mengerti dipengertian-Nya?

masa itu kujawab;
Harusku mengada di ada-Mu,
karena peniadaan-Nya kekacauan ini berlangsung lama
namun bukan hanya aku

tapi kita kan mendekap-Mu


Bumi Allah, Januari 2012

Selasa, 24 Januari 2012

(Syairku Berbicara) Tatapanmu


Tatapanmu

Oleh : Asni Ahmad Sueb


pagi ini aku enggan beranjak dari pembaringanku
bermalas diri hanya itu yang ingin kulakuakn  
ah ... kemalasan ini membelengguku 
entah apa yang ada di kelopak mata ini 

matamu seakan mengawasi lelapku 
tersenyum dengan indahnya
mengapa kau hadir dalam lelapku sayang 
tidak cukup seharian kita berdiskusi 

tak cukupkah engkau memandangku lewat kembaranku
ah .... kau semakin memainkan
di mataku senyummu, tawamu .. 
ah .. kenapa kau masih menari di kelopak mataku 

tak lelahkah engkau sayang
memandangku tanpa berkedip
matamu akan memerah sayang
berhentilah menatapku dengan penuh cintamu

 mari kita bercerita tentang cinta yang lain 
cerita tentang kasih sayang yang lain
berhentilah menari dikelopak mataku
 lelahku tak tertahanlagi ....

(Syairku Berbicara) Patokan Dan Do'aku


Patokan dan Doaku
Oleh : DeeNa Why

Diantara kelana hidupku
Ada satu cahaya tersembunyi
Orang melihatnya kelabu
Seakan aku hanyalah sebentuk sunyi

Patokan mereka sungguh dangkal
Satu sisi penilaian menebal
Aku masih di jalanku yang lapang
Lapang yang kuamini sebab kata-kata adalah doa yang tersimpan

Semenanjung Harapan, 21 Januari 2012

(Syairku Berbicara) Senyum Sang Waktu


Senyum Sang Waktu
Oleh : April May My

Apa kabar pagi?
Kau tersenyum simpul
Siang bagaimana denganmu?
Senyummu kian merekah
Senja bagaimana kedaanmu?
Senyummu terkembang
Hai sang malam?
Senyum merajuk manja
Ah, waktu
Bagaimana pun kamu
Senyum kan terhias diwajah

***

( Syairku Berbicara ) Dimanakah Dirimu Yang Dulu?


Dimanakah Dirimu yang Dulu?
Oleh: Marjan Anura

Ingin kembali seperti dulu
Orang yang aku cintai
Seutuhnya memberikan cinta itu
Hanya untukku
Kini sejak kedatangan dia
Terhasut oleh dirinya

Dimanakah dirimu yang dulu berhati salju?
Mengapa aku selalu dijadikan kambing hitam?
Sedangkan dia
Mau berbuat salah atau tidak
Kau tetap membelanya

Teganya dirimu
Kau mau buang aku
Dan berkata “Akan membunuhku”
Kalau aku menerimanya

Aku mohon padamu
Tinggalkan dia
Dan kembali padaku

Bandung, 6 Januari 2011

(Syairku Berbicara) Bangsa Tanpa Cahaya


Bangsa Tanpa Cahaya_Galuh Candra P S

Serpihan buih-buih amarah
Meledak dengan digdaya tanpa terjamah
Aku gerah menyadari bahwa kita telah kalah
Kebenaran hanyalah sebuah ilusi yang terjarah

Butir-butir peluh silih berganti jatuh
Mengeja kedamaian dari raga yang tak tersentuh
Tak setitikpun nurani mereka mengaduh
Hanya sebulir doa agar pertiwi lekas sembuh

Aku murkaAku kecewa
Menyadari sekian umur hanya terendam dalam nestapa

Wahai sang pengembala
Tataplah cermin-cermin luka mereka
Berhamburlah mengusir senyum-senyum luka
Dan padamkanlah sebuah bangsa tanpa cahaya

***

Sabtu, 14 Januari 2012

(Artikel Teras) Kita di Dalam Budaya Latah

Kita di Dalam Budaya Latah
Oleh : Fiyan Arjun

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri.”

Haree genee siapa yang nggak kenal Smash?  Boys band yang digawangi tujuh personil laki-laki ABG. Bertampang cute, kiyut dan rupawan. Pasti sudah pada kenalkan! Lalu siapa pula yang nggak tau 7 icons? Girls band  yang didominasi tujuh anggota perempuan ABG pula. Berparas cantik, smart dan berwajah oriental. Tentunya sudah pasti tau kan! Ya, iyalah pasti pada kenal bin taukan.

(Syairku Berbicara) Dalam Hujan Ada Sebuah Cerita yang Akan Kukisahkan Kepadamu

Dalam Hujan Ada Sebuah Cerita yang Akan Kukisahkan Kepadamu
: teruntuk kekasih gelapku

seperti mozaik yang kusatukan dalam
kalbu’
begitulah saat parasmu merona dalam
khayalan
lalu kurangkai kau dalam pigura cinta disaat aku
mulai merasakan kehadiran dirimu
dalam hujan yang tibatiba mengguyur

(Syairku Berbicara) Larung

Larung 

 Oleh : Wahyu Wibowo

sepanjang hilir waktu menyentuh raga
selubuk dalam mengulas cerita

menatap langit terang dalam khusyuk : tenang
menggenang pikiran di benua entah
atau samudra tak terjajak langkah
seraya hela nafas dengan nyaman
hingga usut pandang hanya bersisa satu titik

(Syairku Berbicara) Hadirmu, Muhammad

 Hadirmu, Muhammad 

Oleh : Saifu Ali


Kehadiranmu

Kehidupan anak manusia makin indah tak terlukiskan; sempurna

Getar cinta menjalar dan tumbuh subur dalam relung hati

Rasa memiliki, melebihi kekuatan apapun di muka bumi ini

Alam saja menundukkan diri

Minggu, 08 Januari 2012

(Syairku Berbicara)

Kompilasi Biru
Oleh : Ila Rizky Nidiana

Pada musim mendatang

Ratapan tangis itu akan hilang
Berganti sayup sayap doa di sepertiga malam
Yang memintal harap di ujung sajadah
 

(Syairku Berbicara) Suroboyo

Suroboyo
Oleh : Tha Artha
 


Ning Wonokromo mlaku-mlaku
Ndelok sepur jejer telu,
Dadi wong sing seneng ngguyu
Sumeh iku raine ayu

Ayo konco sedoyo podo belonjo
Mumpung akeh diskon ning Suroboyo,
Perkoro sandang-pangan mesti ono
Sing penting syukur nang Gusti Allah

(Syairku Berbicara) Lengah

Lengah
Oleh : Efendi
 

aku menadah rendah

meminta jalan terbuka ketika hidup dilanda susah
...
meringkih perih mengucap ampun dikala diri rasa tersiksa

merayu haru ketika rindu tak kunjung dipersatu

namun, ketika semua rampung ditanggung
aku lengah!

Dunia membuai, iman tergadai
 
Kandang Kancil, 7 januari 2012

(Syairku Berbicara) Siapa di Balik Pintu?

Siapa di Balik Pintu? 
Oleh : Fiyan Arjun

 


assalamualaikum, siapa di balik pintu?
kuharap ada yang menyahut uluk salamku
di sini
aku menunggu sambil berdiri
tuk menanti seseorang menghampiri
mengambil surat kelabu
yang telah kubawa dari negeri Perindu

Sabtu, 07 Januari 2012

(Syairku Berbicara) Sebilah Pedang


Sebilah Pedang
 Oleh : Wahyu Wibowo

Serambi penuh reruntuhan lara yang terberai
Serambi terlumasi cairan merah menakutkan
Serambi riuh suara histeris yang mengiris

Serambi tak lagi berbicara dalam sehari
gelagat pun beruang jelaga
dalam klasa, dalam goresan tinta darah